Tampilkan postingan dengan label contreng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contreng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2009

”Ngonthel Bareng, Peduli Nyontreng”


Minggu, 29 Maret 2009, jam 08.00 – 10.00, start-finish di Kotta Barat

Limapuluhan pesepeda kuno konvoi putar-putar kota sambil mensosialisasikan penyelenggaraan Pemilu 9 April 2009. Dengan bekal contoh kartu suara dan poster kecil al berteks ’Ojo Lali Nyontreng 9 April’. Sebelum berangkat seluruh peserta dibekali cara mencontreng yang benar dan ajakan untuk mensukseskan Pemilu. Rute menempuh jarak sekitar 7 km. Klub sepeda kuno yang telibat al Soloensis Onthel dan Sepede Onthel Lawas Solo [SOLO]. Sebagai bentuk netralitas peserta dan rasa berbangsa seluruh sepeda peserta dipasangi bendera kain merah putih ukuran 20 x 30 cm sumbangan Republik Aeng Aeng.

”Sosialisasi Contreng di Kereta Api Prameks”


Jumat, 27 Maret 2009, jam 08.00 – 08.45 di Prameks Balapan-Palur PP

Empat relawan kota menyusuri gerbong kereta api Prameks jurusan Solo-Jogja. Berbekal sampel kartu suara memberikan pengenalan cara mencontreng dalam pelaksanaan Pemilu 9 April mendatang bagi para penumpang kereta. Relawan yang terlibat al dari KAMMI [Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia] Cabang Surakarta, Komunitas pasarsolo.com dan Mayor Haristanto. Misi aksi sebagai bentuk kepedulian membantu KPU mensosialisasikan tata cara mencontreng Pemilu.

aksi heboh caleg menarik simpati



Minggu, 22 Maret 2009, jam 09.00 – 10.30 di City Walk Solo
“Caleg Ngepel City Walk”
Banyak cara untuk berkampanye. Aksi unik, nyleneh sebagai upaya merampok atensi publik, juga media digelar Caleg PDI Perjuangan Ir Hariadi Saptono bersama suporternya dengan cara ngepel paving city walk sepanjang l Km. Aksi ingin membuktikan kecintaan kepada kota.

Senin, 23 Maret 2009, jam 10.30 – 11.30 di Sawah Asmil Kadipiro, Solo
“Caleg Nyebur Sawah, Peduli Petani”
Caleg Partai Golkar Purwanto bersama 10 suporternya terjun ke sawah membantu petani menanam padi. Misi aksi ingin mengenal lebih dekat kehidupan petani yang sesungguhnya. Sesi akhir diisi sosialisasi tata cara pencontrengan dengan menggunakan sampel kartu suara.